Isra Mikraj 1447 H: Rahasia Perintah Shalat, Tiang Agama yang Menguatkan Iman Santri PPM ZIIS

Isra Mikraj 1447 H: Rahasia Perintah Shalat, Tiang Agama yang Menguatkan Iman Santri PPM ZIIS

Isra Mikraj 1447 H: Rahasia Perintah Shalat, Tiang Agama yang Menguatkan Iman Santri PPM ZIIS

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia merayakan sebuah peristiwa luar biasa yang menjadi titik balik dalam sejarah kenabian: Isra Mikraj. Sebuah perjalanan spiritual agung yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW dalam satu malam, mulai dari Masjidil Haram (Mekkah) menuju Masjidil Aqsa (Yerusalem), dan dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha, menghadap langsung ke hadirat Allah SWT.

Bagi Pondok Pesantren Modern ZIIS (PPM ZIIS) dan seluruh civitas akademika, momentum Isra Mikraj 1447 H ini bukanlah sekadar perayaan tahunan, melainkan ajakan kuat untuk meneguhkan kembali fondasi utama keimanan: Shalat.

Perjalanan Ilahi yang Mengguncang Sejarah

Isra Mikraj adalah bukti nyata kemahakuasaan Allah dan kemuliaan Rasulullah SAW. Peristiwa ini terjadi pada masa tersulit dakwah (disebut Tahun Kesedihan atau ‘Aamul Huzni), di mana Nabi kehilangan dua pendukung terpentingnya: Istri tercinta Khadijah dan pamannya, Abu Thalib.

Perjalanan ini menjadi hiburan dan peneguhan langsung dari Allah. Inti dari perjalanan ini, yang merupakan hadiah terbesar yang dibawa pulang oleh Nabi, bukanlah emas atau perak, melainkan sebuah perintah sakral yang menentukan nasib umat: perintah mendirikan Shalat lima waktu.

Esensi Isra Mikraj: Shalat adalah Tiang Agama

Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat adalah tiang agama (imaduddin), barangsiapa mendirikannya, maka ia telah mendirikan agama; dan barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah merobohkan agama.”

Mengapa perintah Shalat diturunkan langsung di Sidratul Muntaha, bukan melalui Malaikat Jibril seperti perintah lainnya? Hal ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah ini. Shalat adalah:

  • Komunikasi Langsung: Momen unik di mana seorang hamba berhadapan langsung dengan Penciptanya tanpa perantara.
  • Disiplin Harian: Shalat mengajarkan kedisiplinan waktu dan manajemen diri, kualitas fundamental yang wajib dimiliki oleh setiap santri.
  • Pencegah Kemungkaran: Sebagaimana firman Allah, Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Bagi santri PPM ZIIS, lingkungan belajar yang intensif memerlukan benteng spiritual yang kuat. Shalat adalah benteng itu. Shalat bukan hanya gerakan ritual, tetapi energi yang menyelaraskan jiwa dan raga, menjernihkan pikiran di tengah padatnya jadwal akademik.

Momentum Refleksi Santri dan Civitas PPM ZIIS

Peringatan Isra Mikraj 1447 H ini harus menjadi tonggak evaluasi bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Modern ZIIS. Apakah Shalat yang kita dirikan sudah benar-benar menjadi tiang penyangga, ataukah baru sekadar rutinitas?

Sebagai lembaga pendidikan yang memegang teguh nilai-nilai Islam modern, ZIIS mengajak seluruh civitas untuk:

  1. Memperdalam Khushu’ dalam Shalat: Berusaha hadir sepenuhnya, memahami setiap bacaan, dan merasakan kedekatan dengan Allah.
  2. Menjaga Shalat Berjamaah: Terutama Shalat Subuh dan Isya, sebagai indikator kekuatan spiritual kolektif pondok.
  3. Menjadikan Shalat Sumber Kekuatan: Mengambil hikmah dari kesabaran Nabi menghadapi ujian, dan menjadikan Shalat sebagai tempat mencari pertolongan saat menghadapi kesulitan belajar atau tantangan dakwah.

Semoga semangat Isra Mikraj ini semakin menguatkan keimanan, memperdalam ketakwaan, serta menumbuhkan semangat santri dan seluruh civitas Pondok Pesantren Modern ZIIS untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan. Mari kita jadikan Shalat sebagai prioritas utama, sebab di dalamnya terdapat jaminan keberkahan dan ketenangan dunia akhirat. #PPMZIIS #AGrearPlacetoLearn

Komentar (0)

Tinggalkan komentar

whatsapp