Semangat berprestasi ternyata tidak mengenal kata libur. Di saat banyak pelajar lain menikmati waktu rehat dari rutinitas, salah satu santri terbaik Pondok Pesantren Modern ZIIS justru sibuk mengharumkan nama almamater di kancah nasional. Kabar membanggakan ini datang dari ajang kompetisi berkuda bergengsi, DHL Friendly League 3.
Prestasi gemilang ini dicapai oleh ananda Banyu El Faruq Hidayat, seorang santri yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap olahraga equestrian (berkuda). Capaian ini membuktikan bahwa disiplin dan kerja keras yang tertanam di lingkungan pesantren mampu menghasilkan juara sejati, bahkan ketika kompetisi diadakan di tengah masa liburan sekolah.
Pondok Pesantren Modern ZIIS selalu mendorong santri untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri mereka, baik dalam bidang akademik, agama, maupun non-akademik seperti olahraga. Keberhasilan Banyu El Faruq di DHL Friendly League 3 adalah cerminan nyata dari dukungan penuh dan pembinaan terpadu yang diterapkan.
Prestasi ini semakin istimewa karena diraih di tengah masa liburan. Hal ini menunjukkan komitmen Banyu yang luar biasa. Baginya, liburan bukanlah alasan untuk mengendurkan latihan, melainkan momentum untuk memaksimalkan persiapan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Keberanian dan ketangkasan Banyu dalam menunggangi kuda di kelas jumping patut diacungi jempol.
Dalam ajang DHL Friendly League 3, Banyu El Faruq Hidayat turun di dua kelas berbeda dan sukses membawa pulang dua medali sekaligus. Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga ketepatan dan harmonisasi antara penunggang dan kuda yang ditunggangi.
Berikut adalah rincian prestasi yang berhasil diraih oleh Santri ZIIS, Banyu El Faruq Hidayat:
Tentu saja, capaian ini menjadi sorotan utama, mengingat tidak mudah untuk menyeimbangkan persiapan kompetisi tingkat tinggi sembari menjalani pendidikan di pondok pesantren. Konsistensi Banyu dalam menekuni olahraga berkuda telah membuahkan hasil manis.
Kesuksesan yang diraih Banyu merupakan buah dari kombinasi antara disiplin diri yang ketat, kerja keras dalam latihan rutin, serta doa restu yang senantiasa menyertai. Nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan spiritualitas yang diajarkan di ZIIS sangat berperan dalam membentuk mental juara Banyu yang tangguh.
Prestasi Santri ZIIS ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini. Semoga pencapaian Banyu El Faruq Hidayat dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh santri Pondok Pesantren Modern ZIIS lainnya untuk terus berikhtiar, berani berkompetisi, dan berprestasi di bidang apapun yang mereka tekuni, karena sejatinya prestasi tidak pernah mengenal kata libur.
Kami mengucapkan Barakallāhu fīk kepada Banyu El Faruq Hidayat. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan kesuksesan di setiap langkah perjuangan Anda ke depan, membawa nama baik ZIIS dan Indonesia di panggung yang lebih tinggi.
Komentar (0)
Tinggalkan komentar