PPM ZIIS, Banyumas – Pondok Pesantren Modern ZIIS kembali menorehkan catatan emas dalam sejarah pendidikan internasionalnya. Prestasi membanggakan kali ini datang dari salah satu santri terbaik, M. Evan Sabian Kurniawan, yang dinyatakan resmi diterima di Jiangsu University of Architectural Technology (JSIT), China.
Evan akan melanjutkan studi di program studi Business Management. Keberhasilan ini membuktikan bahwa lulusan PPM ZIIS tidak hanya kompetitif di kancah nasional, tetapi juga mampu bersaing dan diakui oleh institusi pendidikan tinggi di luar negeri.
Diterimanya Evan di salah satu universitas teknologi terkemuka di China merupakan langkah strategis untuk memperluas cakrawala di dunia internasional. China, sebagai salah satu pusat ekonomi dunia, menawarkan ekosistem belajar yang dinamis bagi mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan visi PPM ZIIS dalam membekali santrinya dengan pola pikir global (global mindset) namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman yang kuat.
Pihak manajemen Pondok Pesantren Modern ZIIS memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi ini. Keberhasilan Evan diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh santri ZIIS lainnya bahwa kesempatan belajar terbuka sangat luas, melampaui batas negara.
"Alhamdulillah, ini adalah awal dari perjalanan panjang. Semoga ilmu yang diperoleh nantinya penuh keberkahan dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi umat serta bangsa Indonesia di masa depan."
Di PPM ZIIS, setiap santri didorong untuk memaksimalkan potensinya. Dengan dukungan akademik yang kuat dan bimbingan yang tepat, ZIIS berkomitmen terus mencetak generasi emas yang siap menjadi pemimpin di berbagai sektor, baik di dalam maupun di luar negeri.
Selamat berjuang untuk ananda M. Evan Sabian Kurniawan di Negeri Tirai Bambu. Teruslah menginspirasi dan membawa nama baik almamater di kancah internasional!
Keywords: PPM ZIIS, Santri Kuliah di Luar Negeri, Jiangsu University of Architectural Technology, Kuliah di China, Business Management, Prestasi Internasional ZIIS.
Komentar (0)
Tinggalkan komentar